"Rani.. Rani.."
Rani
membalikan badannya kearah suara tersebut. "ada apa sih lo manggil
manggil gue,kalo lo cuman mau ngejek gue karna nilai ulangan gue yang
kecil,mending lo nggak usah sebut sebut nama gue. gue tau lo
pinter,cakep,ngetren di sekolah. tapi kayaknya lo cuman ngebuang wak lo
aja kalo lo mau ngejekin gue." jelas Rani panjang lebar dengen nanda
yang agak keras kepada Agung. ia segera melanjutkan perjalanan
pulangnya,sementara Agung hanya terdiam di tempat itu.
Rani
adalah seorang anak perempuan yang cantik,cerdas,kaya dan di kenal oleh
guru guru di sekolahnya. ia murid baru di SMP Mandiri Bandung.
sebelumnya ia bersekolah di SMP 13 Garut. sudah 5 Bulan Rani belajar di
sekolahnya yang sekarang,dan dia telah membuktikan kemampuannya di
sekolah. Nilai nilai harian dan ulangannya selalu ada diatas batas
ketentuan sekolahnya. selama ia bersekolah di sana, ia mempunya pesaing
dalam pembelajaran di sekolahnya,ialah Agung. cowok yang banyak di
taksir oleh teman satu sekolahnya ini emang bisa dibilang memiliki
karakteristik yang ideal. dia tinggi,ganteng,pinter dan wakil ketua
osisi di sekolahnya. Banyak cewek di sekolahnya yang muji muji doa dan
selalu menjadi topik pembicaraan. tapi, tidak untuk Rani. ia sudah
mengenal Agung sebelum ia pindah ke Bandung. ia mengenal Agung semenjak
ia membuat akun jejaring sosial Facebook. Agung adalah orang pertama
yang ia tambahkan sebagai temannya.
***
Rani
langsung memasuki mobil jemputannya. di dalam mobil ia hanya merenung
mengapa ia bisa bersikap seperti itu kepada Agung. padahal belum tentu
Agung akan mengejeknya. sesampainya ia di rumah, ia langsung mengganti
pakaian dan menuju ke ruang makan untuk makan siang. "kamu kenapa Rani?
kok kayaknya muka kamu BT gitu?" tanya mama Rani."nilai ulanganku jelek
mah,""lalu?""Agung yang mendapat nilai paling tinggi di kelas,""Agung?
Agung siapa?"
"itu loh mah,yang sering aku ceritain ke mama,""oh,Agung anak blok sebelah?"
"tau deh dia anak blok mana,"
"kayaknya
kamu benci banget ran sama dia,""yaampun mah, gimana aku nggak sebel
sama dia. akhir akhir ini nilai dia tuh jauh diatas aku,"
"awas lho,nanti benci berubah jadi cinta lagi,""ih,amit amit deh kalo aku sampe suka sama dia,"
"hayo,hati hati lho,""ih,apa sih mah,udah ah. aku mau naik dulu, masih banyak tugas sekolah,"yaudah sana."
rani
segera bergegas masuk ke kamarnya. setibanya di kamar ia melemparkan
dirinya di kasur. "salah nggak sih tadi gue marah marah gitu ke Agung?
ko' gue jadi ngerasa nggak enak gini yah sama dia? aduhh,jahat banget
nggak sih gue?" batin rani. Rani terbangun dari lamunannya dan bangun
dari kasurnya untuk mengambil laptop untuk melengkapi tugas tugasnya
yang belum selesai. setelah menyelesaikan tugasnya rani menyempatkan
diri untuk online difacebook dan twitter miliknya. kebetulan pada saat
itu Agung juga sedang online difacebook. Agung menyapa rani lebih dahulu
di obrolan facebook."hy ran.. :)"
rani yang sebelumnya tidak mau
menjawab obrolan dari Agung, tapi akhirnya menjawab juga."eemmmhh.. ada
apa?""lo marah ya sama gue?"
"GAK TAU!!!"
"ran gue minta
maaf sama lo. tadi sepulang sekolah gue bukan mau ngejek elo,tapi justru
gue mau minta maaf sama lo. karna gue, lo jadi bahan ejekan di kelas.
tapi,kalo lo anggep gue mau ikut ngejelek jelekin lo, gue bener bener
minta maaf."
membaca pesan dari Agung hati Rani sungguh sesak dan
amat merasa bersalah. ia bingung harus menjawab apa. belum sempat ia
membalas pesan dari Agung, Rani sudah tertidur pulas. mungkin karena
kecapaian.
*****
keesoka paginya,
"mah
rani berangkat yah," pamit rani kepada mamanya, " iya,hati hati ya
sayang," ujar mama Rani. Rani segra memasuki mobilnya. di dalam mobil ia
sempatkan untuk memakan roti yang ia ambil di meja makan tadi.
sesampainya
di sekolah,ia tidak melihat Agung, "ah, mungkin emang belom dateng"
fikir Rani. tetapi sampai bel berdering, agung tak kunjung datangn. ia
berbisik ke teman sebangkunya, "key, Agung kemana yah? ko' tumben dia
nggak dateng, biasanya absen dia nggak pernah kosong,"
"ih, tumben lo nanyain Agung?" tanya keysha.
"yya nggak papa," jawab Rani gugup.
ternyata
tidak pada saat itu saja Rani tidak masuk sekolah, keesokan harinya pun
ia tidak datang ke sekolah.tiga,empat,lima sampai satu minggu Agung
tidak masuk sekolah. Rani sangat ingin tahu apa penyebab Agung tidak
masuk sekolah. ia mencoba datang kerumahnya, danternyata rumahnya juga
sepi,sepertinya tidak ada orang. Rani mencoba memanggil seseorang yang
ada di dalam. "permisi, assalamualaikum,"
"waalaikumsalam, maaf
ade siapa yah?" jawab pembantu rumah Agung, "saya temennya Agung
bi,Agungnya ada?" Rani balik bertanya, "oh, den agung sudah seminggu ada
di rumah sakit," jawab pembantu Agung,"hah.? di rumah sakit bi.? emang
agung kenapa.?" tanya Rani panik " seminggu yang lalu den Agung
kecelakaan dik," jawab pembantu "hah.? yasudah bi saya pulang dulu" rani
pulang dengan rasa cemas,
keesokan harinya Rani pergi ke
rumah sakit terdekat, ternyata benar Agung ada di sana. kakinya di balut
perban dan di gips. "permisi tante," salam Rani kepada ibunda Agung,
"iyah,Rani ya.?" tanya Ibunda agung, "iyah tante," jawab rani sambil
melmpar senyum ke pada ibunda Agung. " yasudah tante tinggal dulu yah?"
pamit ibunda Agung.
"lo kenapa.?" tanya Rani, "nggak papa
ko' cuman patah aja,nanti juga balik," jawab Agung dengan nada yang
nyantai, "hah.? patah pake aja?" ujar rani bingung, "iyah terus apa
dong.? doang.?" canda Agung, "ih dasar lo, ohiya gue mau minta maaf sama
lo,mungkin karna gue lo jadi kayak gini," ujar rani meminta maaf kepada
Agung. "PD banget sih lo, orang gue kayak gini juga karna gue
sendiri,bukan karna lo" jaawab Angung dengan nada sinis, "oh yaudah, gue
cuman pengen tau keadaan lo aja ko', gue langsung balik yah?" balas
Rani. "yaudah sana," usir Agung,. ketika rani jalan mendekati pintu,
"Rani, gue suka sama lo..!!" teriak Agung, "hah? apa lo bilang.? lo suka
sama gue.? haha, kalo lo benci sama gue nggak usah bilang suka kali,"
jawab rani tanpa membalikan badan. " nggak ran, gue serius suka sama lo,
lo mau kan jadi temen gue yang lebih dari temen.?" tanya agung. "eemmh
gimana yah.? boleh gue jalanin dulu tawaran lo itu.?" ujar Rani. "lo
serius ran.?" ujar Agung tak percaya, "iyah gue serius" jawab Rani
sembari tersenyum.
mereka berdua mennjalani kedekatan
tersebut sampai mereka lulus SMA, Rani Pindah ke Jakarta dan Agung
pindah ke Semarang untuk melanjutkan sekolahnya.
::the end::
"maaf kalo ada persamaan nama,tempat,dan cerita, ini hanya sekedar karangan :)"